2 Kakek Diamankan Polisi Karena Judi Online, Salah Satunya Bandar Bola! – Semakin bertambahnya usia, seseorang diharapkan bisa berpikir dan bertindak lebih bijak. Namun, lain cerita dengan apa yang dialami dua kakek ini. Mereka harus berhadapan dengan polisi atas perbuatan mereka bermain judi online. Seperti yang diketahui, di Indonesia, permainan judi online tidak mendapatkan ijin resmi dari perintah untuk beroperasi, bahkan dilarang oleh masyarakat.

– Masyarakat Melaporkan Tentang Kegiatan Judi Online yang Meresahkan
Kedua kakek tersebut berhasil tertangkap setelah adanya laporan dari masyarakat terkait praktik judi online yang meresahkan. Dari laporan tersebut, petugas kepolisian kemudian memastikan kembali kebenaran dari informasi tersebut. Setelah memastikan informasi tersebut terbukti benar, petugas kemudian mengumpulkan informasi terkait ciri-ciri kedua pelaku yang terlibat dalam judi online tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Audie S. Latuheru mengungkapkan bahwa penangkapan kedua tersangka terjadi di salah satu kedai kopi di bilangan Jakarta Barat. Tersangkat berinisial RS (77) adalah seorang bandar besar, sementara LPK (75) adalah pemasang togel. Kedua tersangka melakukan kegiatan togel atau toto gelap Singapura melalui telepon genggam, dengan peran masing-masing.

– Penangkapan Tersangka di Warung Kopi Sempat Diwarnai Pemberontakan
Menjalankan proses penangkapan tersangka sesuai prosedur, pihak Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat masih harus mendapatkan perlawanan dari kedua tersangka, hingga mendapatkan tudingan dari tersangka bahwa mereka itu kumpulan polisi gadungan. Tudingan tersebut mereka rekam dalam bentuk video dan kemudian disebarkan secara massal dengan informasi tentang polisi gadungan tersebut.

Berdasarkan tuduhan palsu tersebut dan penyebarluasan video dengan tujuan memojokkan pihak kepolisian, dengan demikian, kedua tersangka harus terjerat pasal berlapis; lapis pertama yaitu pasal 303 KUHP yang mengatur tentang perjudian, dan lapis yang kedua yaitu UU ITE terkait tudingan bohong dalam video yang kemudian disebarkan secara luas ke internet.

Penambahan UU ITE pada kasus ini atas instruksi langsung dari Kombes Pol Audie. Beliau menyampaikan bahwa Kasatreskrim sebaiknya melanjutkan proses dari kasus ini beserta dengan UU ITE. Hal ini bertujuan agar di masa mendatang, tidak ada lagi oknum yang menghalangi kerja kepolisian dengan tindakan semacam ini.

– Ada Bukti Kuat yang Ditinggalkan Tersangka
Saat penangkapan berlangsung, sempat ada beberapa orang yang menghalangi sehingga kedua tersangka sempat kabur. Namun demikian, salah satu tersangka meninggalkan telepon genggamnya, yang kemudian menjadi bukti kuat bahwa mereka melakukan tindakan judi. Sehari setelahnya, keduanya berhasil diringkus di kawasan Jelambar, Jakarta Barat.

Dengan semakin maraknya judi online, kepolisian bekerja lebih giat dan ketat dalam meminimalisir pemain yang berada di tengah masyarakat. Kepolisian juga berharap masyarakat dapat bekerja sama apabila pihak kepolisian sedang berusaha mengamankan pelaku judi online, agar tidak lagi meresahkan kehidupan bermasyarakat.