5 Fakta Kejanggalan Kasus Maybank Rp20 Miliar – Setelah terungkapnya kasus kerugian 20 miliar rupiah dari klien Maybank Wenda Piaget, Maybank Indonesia menjadi perdebatan sengit. Baik Wenda dan Maybank melaporkan kasus tersebut ke pihak berwenang.

5 Fakta Kejanggalan Kasus Maybank Rp20 Miliar

Sumber : idxchannel.okezone.com

christmasarchives – Kebenaran tentang kasus ini tidak jelas. Hanya saja, polisi menyita sebagian aset pimpinan awal AT cabang Maybank Cipulir terkait dugaan pencurian uang oleh klien e-sports Winda D. Lunardi atau Winda Earl dan ibunya.

Okezone juga merangkum Fakta Kejanggalan Kasus Maybank Rp20 Miliar:

1. Kejanggalan Kasus Maybank

Sumber : idxchannel.okezone.com

Kuasa hukum Bank Indonesia Malaya Hotman Paris menjelaskan, ada kejanggalan aliran dana dari rekening Wenda Lunardi, dan duitnya hilang, senilai total Rp 22 miliar. Menurut dia, dana sebesar Rp 6 miliar telah dialihkan ke beberapa sumber.

“Jadi katanya harganya Rp 6 miliar Di mana? Benarkah?” Ujarnya.

Baca juga : Kerajaan Inggris Geger, Fakta Wawancara Harry-Meghan & Oprah

2. Apa Hubungan dengan Prudential

Sumber : dntimes.com

Nehemia Andiko, Kepala Departemen Kejahatan dan Kepatuhan Keuangan Indonesia dan Kepala Kegiatan Nasional Anti Fraud Bank Indonesia, menjelaskan arus kas sebesar Rs 6 miliar dialihkan ke perusahaan asuransi, Prudential Prudential membeli polis asuransi atas nama Winda. .

Andyco berkata: “Kemudian bulan depan, Prudential akan mentransfer 4,8 miliar rupiah ke rekening ayahnya.”

Dia menambahkan, hal itu ditemukan berdasarkan investigasi terhadap perubahan akun pihak-pihak yang terlibat.

Ia mengatakan: “Uang 6 miliar itu ditarik dari rekening pribadi Wenda, tapi dalam waktu kurang lebih sebulan, uang itu dikembalikan dari Prudential Group. Namun, uang itu ditransfer ke Herman Gunnardi di rekening ayahnya.”

3. Kuasa Hukum Winda Ungkap Keanehan

Sumber : jakarta.tribunnews.com

Kuasa hukum Winda Earl, Foletta Lizzy Wiguna, mengatakan sebelum pihaknya melapor ke Bareskrim, pihaknya diduga menggelapkan dana klien.

Apa yang disebut laporan rekening giro palsu telah ditemukan sejak Februari 2020, yang merupakan hal yang aneh. Karena diketahui pelanggan telah melanggar peraturan, pelanggan meminta penjelasan dari manajemen.

Meski begitu, bukan penjelasan yang diterima keluarga pelanggan, melainkan surat lengkap yang mereka terima.

Floretta berkata: “Kami mengetahui tentang keanehan pada bulan Februari. Kami pergi ke Maybank dan mempertanyakannya, tetapi mengapa hal itu tidak pernah dijelaskan. Pada akhirnya, surat itu tampaknya telah diselesaikan.”

4. Didugaga Ada 8 Orang Terima Duit Nasabah

Sumber : reqnews.com

Nehemia Andiko, Kepala Bidang Kepatuhan Tindak Pidana Keuangan dan Perbankan Nasional Anti Fraud, mengatakan selain tersangka A yang awalnya menerima dana tersebut, diduga lebih banyak orang yang menerima dana tersebut. Namun, pihaknya belum bisa menyebutkan namanya.

“Kami sedang kasasi ke Mabes Polri. Dalam kasus ini, ada tanda-tanda ada bank di bank itu, artinya kepala cabang A semula bermain-main uang. Diduga uang itu sudah diterima 8 orang. . Ini harus diperiksa. Mabes Polri belum memeriksa ini. ”

5. Kronologi Versi Maybank

Sumber : tribunnews.com

Pengacara Bank Indonesia Malaya, Hotman Paris, mengatakan tersangka berinisial A dan memegang buku tabungan ATM dan Winda. Hal itu berdasarkan pengakuan tersangka dalam berita acara pemeriksaan polisi (BAP).

“Menurut informasi sebelumnya, sejak Winda membuka buku tabungan ini, buku tabungan dan kartu ATMnya sudah ada di tangan tersangka. Jadi yang jadi pertanyaan, sebagai pemilik uang ini, kenapa mau kartu ATM-nya? “Ada lagi?”, “Kata Hotman dalam jumpa pers di Jakarta Utara.

Kemudian dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa pihaknya juga terkejut. Pasalnya, dia tidak pernah mengambil buku tabungan nasabah dan kartu ATM atas nama Winda.

6. Hotman Paris Ajak Ayah Winda Lunardi Berdialog

Sumber : wowkeren.com

Pengacara PT Maybank Indonesia Tbk. Homan Pat Hutape mengatakan pihaknya memberikan pernyataan dan pembelaan atas simpanan klien dalam kasus Maybank Burglary.

Baca juga: Tentang Winbank’s Saint Winda Lunardi mengatakan dia berencana untuk mengajukan gugatan

“Saya anjurkan sebuah stasiun TV mengundang semua pihak yang terkait dengan Maybank. Yakni Maybank, Hotman Paris sebagai kuasa hukumnya, pemilik akun Wenda dan pengacaranya, dan yang terpenting ayah Wenda harus ikut serta dalam dialog di salah satu Siaran langsung stasiun TV. TV, “ujarnya. Hotman di akun Instagram miliknya pada Selasa, 10 November 2020.

Dia bersedia melakukan percakapan langsung pada malam kedua minggu ini atau besok pada jam 7 malam pada Rabu malam.

Adapun kemarin, Maybank dan Wenda Lunardi mengutarakan pandangannya tentang total kerugian uang yang diderita atlet e-sports sebesar Rp 20 miliar.

National Anti Fraud PT Maybank Indonesia Tbk Financial Crime Compliance Officer. Andiko mengatakan, ayah Ulan dan Kepala Cabang Cipulir (tersangka berinisial AT) sudah saling kenal.

Baca juga : Fakta di Balik Jokowi Izinkan Investasi Miras

Hal itu terlihat dari bunga bank yang harus diterima Winda, yang dikirimkan AT ke rekening ayah Winda, Herman Lunardi. Andyco mengatakan pada konferensi pers pada Senin sore: “Jadi, kami memeriksa akun Maybank A, dan dari sana kami menemukan bahwa ada uang dari A kepada orang tua pelanggan, Herman Lunardi di rekening bank lain,” Live di Instagram @maybankind.

Karena banyak pelanggaran yang ditemukan dalam kasus penipuan, pengacara Maybank Indonesia Hotman Paris Hutape mengatakan bahwa mungkin ada rencana untuk mengadili klien. Dia berkata: “Semakin cepat kami menuntut kami, semakin baik. Biarkan kami melakukannya. Karena mungkin kami akan menuntut.”

Houtman Paris mengatakan dalam kasus hilangnya dana nasabah, ada banyak tempat aneh. Dia mengatakan, keanehan awal saat rekening dibuka pada 2014, nasabah tidak memegang kartu ATM dan buku tabungan.

Saat PT Maybank Indonesia Tbk meragukan ayahnya, Winda Lunardi merasa tertekan dan terluka. Bekerja sama dengan tersangka yang membobol tabungannya. Wenda berkata: “Mereka mengatakan bahwa sejumlah uang telah ditransfer ke ayah saya. Meskipun kami tidak tahu, saya hanyalah nasabah tabungan yang nyata.”

“Ayah saya selalu berbadan hukum dan selalu mematuhi hukum. Saya berjanji tidak akan ada kerja sama antara ayah saya dan tersangka.”

Winda menjelaskan, pembukaan rekening di Maybank pada 2014 merupakan rekening giro atau tabungan masa depan dan tidak pernah dirusak.

Dia memastikan bahwa semua transaksi atau aktivitas yang terjadi di akun tanpa sepengetahuannya dan tanpa persetujuannya. Menurut Winda, meskipun dia menemukan kesepakatan, itu adalah penyalahgunaan pihak lain yang tidak dia ketahui

Wenda berkata: “Karena ini adalah tabungan masa depan, kami harus menyimpannya. Jangan pernah memeriksa perbankan online. Dan karena kami menyimpan uang di banyak bank, itu selalu aman.”