Kunjungan Kerja Joko Widodo Ke Tapanuli Utara – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana mengunjungi sejumlah situs di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), mulai dari mengunjungi Dermaga Pelabuhan Muara, wisata Salib Kasih, hingga kunjungan ke Pasar tradisional Siborongborong.

Kunjungan Kerja Joko Widodo Ke Tapanuli Utara

Sumber : mantrasukabumi.pikiran-rakyat.com

christmasarchives – Hari pertama Kunjungan Jokowi ke Tapanuli Utara dikutip regional.kompas.com.  Pada Sabtu (27/7/2019), dan Minggu (28/7/2019), Bupati Taput Nikson Nababan bersama sejumlah menit dari Istana Kepresidenan mengunjungi kawasan wisata Salib Kasih. Rencananya setibanya di Bandara Silangit, Senin (29/7/2019), sekitar pukul 15.00 WIB, Jokowi dan rombongan akan menuju kawasan wisata Geosite Sipinsur dan mengunjungi Istana Sisingamangaraja Bakkara, Kabupaten Humbanghasundutan.

Kunjungan selanjutnya akan dilanjutkan ke Pelabuhan Ajibata, Dermaga Sigapiton dan Ambarita dan rencananya menginap di Pondok Samosir dilanjutkan dengan kunjungan hari ketiga, Rabu (31/7/2019), di berbagai kawasan wisata di Kabupaten Samosir. Presiden Jokowi selanjutnya akan berangkat dari Bandara Silangit menuju Jakarta pada Rabu (31/7/2019), sekitar 14:45 WIB

Wisata Kawasan Salib Kasih

Sumber : hetanews.com

Asosiasi “Negara Tapanuli Utara Sebelum Munculnya Agama Kristen” Sejarah pembangunan Tugu Salib Cinta tidak lepas dari sejarah panjang perjalanan misionaris IL. Nommensen dari Jerman ke tanah utara Batak (Tapanuli utara sekarang).

Perlu kita ketahui bersama bahwa Tugu Salib Cinta juga dibuat untuk menandai perubahan kepercayaan penduduk Tapanula Utara dari animisme dan dinamisme menjadi penganut agama Kristen. Disini penulis harus memaparkan bagaimana keadaan orang Batak sebelum kedatangan misionaris dari Eropa untuk menyebarkan agama Kristen.

Menurut banyak kronik Batak, baik penulis lokal maupun asing, sebelum invasi Padri, kondisi sosial politik di seluruh Bumi Batak baik-baik saja, mungkin bisa dianalogikan dengan kondisi Jawa jaman pra-kolonial yang dimaksud. sebagai “tatanan damai. kerta raharja ”.

Tentu saja terjadi bentrokan antar bawahan atau antar kelompok, apalagi setelah keturunan ompu (nenek moyang) berkembang biak cukup cepat, namun berkat kaidah sosial dan moral yang mereka kembangkan, dimungkinkan untuk mengembangkan kehidupan yang damai dan menguntungkan.

Kehidupan damai dan tenteram masyarakat Batak segera berubah. Pada tahun 1818, pasukan Padri (Sumatera Barat) menyerbu Tanah Batak untuk menaklukkan raja-raja Batak.

Gerakan Paderi (sebutan orang Batak sebagai pasukan Paderi) yang aslinya berasal dari Minangkabau bertujuan untuk memperbaiki kondisi masyarakat adat yang telah berangkat dari ajaran Islam di Sumatera Barat. Akibat serangan Padri di Bumi Batak, ia menimbulkan banyak korban jiwa dari masyarakat Batak

Perihal serbuan kaum paderi ke Tanah Batak selama kurang lebih tiga tahun lamanya menyebabkan banyak transformasi dalam kehidupan warga Batak. Warga Batak saat sebelum penyerangan kalangan Paderi amatlah terbuka kepada kaum lain diluar kaum Batak.

Seluruhnya itu berganti dari invansi kalangan Paderi, perihal ini amat terbukti dari betapa curiganya orang Batak Toba terhadap setiap kunjungan orang asing. Orang Batak bahkan menamai khusus orang Eropa sebagai sibottar mata (simata putih). Masyarakat Batak selalu curiga dengan orang pendatang dan dianggap sebagai mata-mata.

Baca juga : 10 Keluarga Paling Kaya di Asia

Kawasan Wisata Geosite Sipinsur

Sumber : foto.kompas.com

Geosite Sipinsur terletak di Parulohan, Paranginan, Kab. Humbang Hasundutan, Sumut. Jaraknya sekitar 19 kilometer dan memakan waktu 30 menit dari Bandara Silangit. Atau kurang lebih 240 kilometer dari Kota Medan dengan waktu tempuh 6 jam melalui Parapat.

“Dia terbang ke Bandara Internasional Silangit sore ini untuk kunjungan kerja ke Sumatera Utara.” Jokowi menjelaskan dalam postingannya. “Dari bandara langsung menuju Kab. Humbang Hasundutan, mendatangi posisi rencana pembangunan Geosite Quick Win Sipinsur di Parulohan, tempat kami berdiri bersama Ibu Negara”.

Geosite dan Pine Forest Taman Sipinsur merupakan salah satu tujuan wisata di Pegunungan Humbang Hasundutan Sumatera Utara yang berada di ketinggian 1.213 mdpl. Dengan luas sekitar 2 hektar, udara yang sejuk dan pemandangan Danau Toba yang indah, danau terluas di Asia Tenggara.

Jika Anda pernah mengunjungi Parapat di tepi Danau Toba atau Tuk Tuk di Pulau Samosir, Anda akan mendapatkan suasana wisata yang ramai. Pasalnya, kedua tempat wisata ini selalu ramai terutama saat liburan. Jika Anda lebih menyukai suasana yang lebih tenang dan berada di dataran tinggi, datanglah ke Geosite Sipinsur yang terletak di sisi selatan Danau Toba.

daerah Wisata Sipinsur memanglah ramai di akhir pekan, tetapi datang pagi-pagi sekali sebelum pukul 08.00. Dari sini, Anda bisa menikmati suasana magis dan pemandangan indah Danau Toba yang terbentuk dari letusan gunung api purba Toba.

Di saat-saat seperti itulah Anda bisa menikmati suasana alam Kaldera Toba yang sungguh indah. Danau terbesar di Asia Tenggara ini memiliki panjang sekitar 100 kilometer dan lebar sekitar 30 kilometer. Itu dihiasi dengan lapisan kurva perbukitan dan ngarai yang mengelilinginya.

Hanya duduk dan mengagumi pemandangan dan suasananya luar biasa. Tidak ada hiruk pikuk turis asing maupun domestik di sini, hanya kicauan burung dan suara angin yang menerpa dedaunan dan batang pohon pinus.

Jika Anda sempat mendatangi Hutan Pinus Mangunan di Yogyakarta ataupun Hutan Anggrek di Jawa Barat, Anda akan merasakan kealamian yang sama dengan kedua tempat di Sipinsur tersebut. Seperti dikatakan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, kawasan geostasioner Sipinsur bisa menjadi daya tarik tersendiri yang bisa menarik wisatawan milenial ke Danau Toba.

“Lokasi Sipinsur hampir mirip dengan Hutan Anggrek Cikole di Bandung. Jika Anda membuat rumah gantung dan jalan gantung seperti Cikole, tentunya itu adalah konsep anak muda berusia sangat seribu tahun. Apalagi dipadukan dengan spot selfie, ”jelas Arief Yahya.

Tentunya hal ini hendak menambahkan preferensi tempat rekreasi hutan pinus Indonesia, bukan? Selain itu, Sumatera Utara mempunyai bandara internasional yang berfungsi sebagai hub penerbangan ke berbagai bandara di Indonesia. Liburan di Sumatera Utara akan semakin menyenangkan dengan wisata di hutan pinus kawasan wisata Sipinsur.

Bagaimanapun, kawasan hutan pinus Sipinsur Geosite ini juga bisa digunakan sebagai tempat perkemahan. Ada juga taman bermain untuk anak-anak. Geosite Sipinsur ternyata juga ramai dikunjungi wisatawan pada hari libur dan akhir pekan. Kunjungan wisatawan bisa mencapai 5.000 orang.

“Berbagai atraksi terus kami perbaiki di sini, sebagai daya tarik salah satunya dengan mendirikan gedung konser yang biasa digunakan pada akhir pekan,” kata Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, mendampingi Menteri Pariwisata Arief Yahya, Minggu (28/7) lalu.

Dijelaskan Dosmar Banjarnahor, area wisata Sipinsur sedang diurus oleh penguasa Kabupaten Humbang Hasundutan( Humbahas) . Penguasa wilayah akan tetap meningkatkan Sipinsur menjadi objek wisata Danau Toba. Terutama tempat wisata di kawasan Humbahas.

Istana Sisingamangaraja di Bakkara Kabupaten Humbanghasundutan

Sumber : triponyu.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengunjungi sejumlah situs di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), mulai dari mengunjungi Dermaga Pelabuhan Muara, wisata Salib Cinta, hingga kunjungan ke Pasar tradisional Siborongborong.

Setelah tiba di Bandara Silangit pada Senin (29/7/2019), Jokowi bersama rombongan menuju kawasan wisata Geosite Sipinsur dan mengunjungi Istana Sisingamangaraja di Bakkara, Kabupaten Humbanghasundutan.

Di sela-sela kunjungannya ke kawasan Geosite Sipinsur, Jok dan Iriana menyempatkan diri mencoba kopi khas Humbang Hasundutan merek Tabodo. Jokowi dan Iriana sama-sama menyantap satu cangkir kopi hitam Tabodo.

Perjalanan dilanjutkan menuju kawasan Tapanuli Utara dengan mengunjungi Dermaga Pelabuhan Muara dan singgah di Hotel Esther yang terletak di sekitar perempatan Bandara Silangit, Kecamatan Siborongborong, Taput.

Hari ini, Selasa (30/7/2019), rencananya kunjungan kerja presiden akan diawali dengan survey kawasan wisata Salib Cinta di Siatasbarita dan penyambutan masyarakat ke pasar tradisional Siborongborong.

Kunjungan selanjutnya akan dilanjutkan ke Pelabuhan Ajibata, Dermaga Sigapiton dan Ambarita, dan kunjungan ke Pondok Samosir direncanakan dilanjutkan dengan kunjungan hari ketiga, Rabu (31/7/2019), di banyak kawasan wisata di Kabupaten Samosir. Presiden Jokowi selanjutnya dijadwalkan terbang dari Bandara Silangit menuju Jakarta pada Rabu (31/7/2019), sekitar pukul 14.45 WIB.

Meninjau Pembangunan Dermaga Pelabuhan Muara

Sumber : news.detik.com

Usai menyambangi kawasan wisata Geosite Sipinsur, Humbang Hasundutan, Presiden  Jokowi langsung menuju ke Kecamatan Muara, Tapanuli Utara. Jokowi ingin meninjau ulang pembangunan penyeberangan Danau Toba.

Setelah kurang lebih 1 jam perjalanan dari Humbang Hasundutan, sekitar pukul 22.10 WIB Kepala negara Jokowi tiba di Dermaga Muara, Jl Pelabuhan, Kec. Muara, Kab. Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada Senin (29/7/2019). Jokowi tiba ditemani Ibu Negara Iriana.

Sesampai di dermaga, Jokowi mendapat penjelasan singkat tentang pembangunan dermaga di Danau Muara Toba. Jokowi didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, dan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

“Jadi kami akan bekerja sama dengan Kementerian PUPR untuk desain arsitektur pelabuhan penyeberangan di Danau Toba,” kata Basuki usai mendampingi Presiden ke pelabuhan Muara di bagian utara wilayah Tapanuli, Sumatera.

Menteri PUPR menjelaskan, dari 12 pelabuhan penyeberangan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba yang dibangun Kementerian Perhubungan, 4 (empat) di antaranya sudah dibangun pada 2019 serta hendak berakhir pada 2020, ialah: Pelabuhan Simanindo, Muara, Ambarita,  dan Tigaras.

Sedangkan 3 (tiga) pelabuhan lainnya yang akan dibangun pada tahun 2019 dan selesai pada tahun 2020 adalah: Pelabuhan Marbun Toruan, Tongging dan Balige. Terdapat 1 (satu) pelabuhan yang mulai dibangun pada tahun 2018 dan selesai pada tahun 2019 yaitu: Pelabuhan Ajibata.

Sedangkan 4 (empat) dermaga yang lain yang hendak mulai dibentuk pada tahun 2020 adalah: Dermaga Silalahi, Sipinggan, Onan Runggu serta Porsea . Total nilai investasi pembangunan dan pengembangan pelabuhan penyeberangan di Danau Toba pada tahun 2020 mencapai Rp 469 miliar yang bersumber dari APBN.

Usai mendengarkan penjelasan, Jokowi dan para menteri meninjau ulang desain dermaga meski minim penerangan. Anda dapat melihat bahwa beberapa material dan pembangunan dermaga masih dalam pengerjaan. Jokowi sedang berbincang serius dengan para menteri dan pemimpin daerah tentang pembangunan dermaga di Danau Toba.

Di sela-sela kunjungan, masyarakat sekitar menyambut kedatangan Jokowi. Usai perbincangan, Jokowi kemudian beralih ke warga sekitar. Jokowi menyapa dan menyambut warga. Tak hanya itu, Jokowi dan Iriana juga membagikan buku catatan kepada anak-anak yang berkumpul.

Proyek yang dinilai Jokowi itu merupakan bagian dari 12 proyek pembangunan 12 dermaga yang menghubungkan daratan dengan Pulau Samosir. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan penyelesaian 12 dermaga tersebut akan dilakukan secara bertahap pada 2020.

“Kementerian Perhubungan sedang membangun 12 pelabuhan baru yang mengaitkan darat dengan Pulau Samosir. Presiden Jokowi mengapresiasi pembangunan ini, ”kata Budi. Budi menambahkan Kementerian Perhubungan tidak hanya membangun dermaga tetapi juga lima kapal ro-ro (ro) untuk menyeberangi Danau Toba. “Pembangunan dermaga dan kapalnya akan selesai secara bertahap dan paling lambat Desember 2020” – Dia berkata.

Baca juga : 9 Proyek Jalan Tol dalam 1 Tahun Pemerintahan Jokowi Ma’aruf

Menyapa Masyarakat di Pasar Tradisional Siborongborong

Sumber : nasional.kompas.com

Di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Jokowi juga disambut puluhan ribu warga dari berbagai pelosok daerah pada Jumat, 15/3. Di bawah perlindungan petugas yang telah diatur sebelumnya. Warga juga terlihat antusias dari para siswa, remaja dan orang tua.

Beberapa tanggapan publik menjelaskan: “Mereka sengaja datang jauh-jauh dari kabupaten Tarabintang dan juga harus menyewa mobil untuk melihat Jokowi, karena kami hanya bisa menonton dan menonton TV, kami ingin melihat langsung apakah ada kemungkinan berjabat tangan.

Karena Jokowi. Ini baru pertama kali datang ke Humbang Hasundutan, ”ujarnya. Sembari memantau strategi kota, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo tampak akrab dengan masyarakat. serta pedagang yang sudah ada. Penonton semakin banyak yang melihat sosok presiden dan ibu negara, serta menyapa dan berjabat tangan dengan seseorang bernama Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia.

Tiba pukul 11.23 WIB Ibu Negara didampingi Bupati Humbahas Ny. Lidya Kristina Panjaitan beralih menjadi salah satu pedagang kacang-kacangan sekaligus pedagang tomat, cabai dan sayur. Dan ibu-ibu yang hadir di sana sangat tersentuh dengan kunjungan ibu negara, ibu bupati, Humbang Hasundutan, dan terutama kacang tanah yang dibeli ibu Jokowi dan juga ibu bupati dengan harga Rp. 100.000 / bungkus, meski hanya dijual setiap hari sekitar Rp. 5000 / bungkus.

Dia berkata Kehadiran Presiden Republik Indonesia dan Ibu juga menjadi rejeki tersendiri bagi para pedagang tenun ulos batak. Masalahnya, Jokowi dan Ibu Negara menyempatkan diri membeli hingga 3 ragidup ulos yang dibeli dari pedagang Ulos Batak Rosnida Br Sibarani. Pedagang ulos tersebut mengaku sangat senang ulos yang ia jual di pasar Ragidup dibeli oleh Bu Jokowi dan Pak Jokowi seharga Rp. 150.000 / buah, dari harga satuan biasa,

Usai berbelanja di Pasar Dolok, Samggul. Jokowi dan rombongan melanjutkan salat Jumat di Masjid Agung Dolok Sanggul, kemudian menyempatkan diri mengunjungi Restoran Bukit Tinggi dan makan siang bersama rombongan sebelum melanjutkan perjalanan ke distrik Siborongborong Kabupaten Tapanuli utara.